Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 November 2014

Ternyata Tuhan sangat menyayangi saya

Saya baru sadar satu hal penting dan sangat vital. Ternyata Tuhan sangat mencintai saya. Saya tidak tahu sudah seberapa jauh saya lari dariNya. Saya tidak tahu sudah seberapa sering saya melupakanNya. Disaat saya berlari kencang dan terjatuh karena kelelahan, Tuhan tidak ada. Disaat saya tertidur lelap dan terbangun dengan pucat karena sebuah mimpi buruk, Tuhan tidak ada. Disaat saya menangis dan terluka karena disakiti orang lain, Tuhan tidak ada.

Tapi disaat saya tidak sengaja berbuat kesalahan, saya terjatuh sangat dalam dan saya merasa kehidupan saya seperti berhenti, bahkan mata saya tak mampu menangkap bayangan apapun, ternyata saya bisa bangkit lagi dan entah kenapa saya merasa Tuhan sangat menyayangi saya seperti saya ini sangat berharga. Tuhan menghentikan semua hal yang tidak saya inginkan.
Saya baru sadar, Tuhan mengungkapkan rasa sayangnya pada saya dengan sangat indah.

Saya merasa sangat bodoh saat saya berpikir Tuhan tidak ada di dekat saya. Tuhan selalu ada, mungkin waktu itu Dia sedang bersembunyi dan melihat saya dari belakang. Artinya, semua yang hal-hal tidak menyenangkan yang terjadi kemarin harus saya selesaikan sendiri. Mungkin Tuhan menertawakan saya karena saya selalu bilang ‘tidak bisa’ tetapi selalu menyelesaikannya dengan tuntas. Tuhan ingin saya menjadi dewasa. Dan suatu hari saat saya benar-benar tak mampu berbuat apa-apa lagi, Tuhan akan meraih saya dan membuat saya menatap langit. Dan saat itulah Tuhan menghujani saya dengan rasa sayangNya.

Saya ini apa? Saya ini sampah, yang selalu dan selalu berbuat kesalahan. Tapi Tuhan masih mencintai saya. Apa saya pantas? Apa saya diperbolehkan menerima cinta yang sebesar itu?

Terima kasih karena mencintai saya, Tuhan!
Terima kasih sudah mencintai saya!
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau masih mau mencintai saya!
Saya minta maaf, untuk semua telah yang saya lakukan.
Silahkan anggap saya egois dan tidak tahu malu, tapi tolong jangan berhenti mencintai saya!
Tolong jangan berhenti menyayangi saya!
I love you,,,

Minggu, 28 September 2014

Saya dan Cinta pertama saya


Saya masih ingat betul kapan saya jatuh cinta untuk yang pertama kalinya. Waktu itu saya masih seorang bocah kelas empat SD yang masih belum tahu bagaimana caranya menghitung integral dan turunan. Pulang sholat idul adha saya berpapasan dengan dia. Saya bisa melihat dia dengan sangat jelas, malah disekelilingnya terlihat sangat kabur. Hidungnya mancung, matanya kecil, garis wajahnya tegas, kulitnya putih, dan rambutnya lurus se-bahu. Saya yang masih anak ingusan jatuh cinta pada pandangan pertama dengan pria miterius yang luarbiasa ganteng ---yang hanya saya lihat selama lima detik--- . Hahaha. 
 
Waktu terus berlalu dan saya masih mengagumi dia. Saya sempat yakin bahwa dia hanya fatamorgana, tidak nyata, hanya imajinasi saya saja. Tapi seminggu kemudian saya melihatnya lagi dengan style yang berbeda ---dan lagi-lagi membuat saya terpesona---. Satu tahun berlalu, dua tahun berlalu, tiga tahun berlalu dan saya masih tetap mengagumi dia. Setelah lima tahun, baru setelah lima tahun, saya mendapat sedikit cahaya. Suatu hari di tahun ketiga saya di sekolah menengah, dia mengomentari status saya di facebook. Satu kalimat. Hanya satu kalimat dan rasanya seperti ada bunga yang mekar di telapak tangan saya. Saya bahkan harus membelikan bakso untuk teman saya karena saya tak percaya. Saya tertawa sendiri mengingat betapa bodohnya saya dulu.

Sayangnya di tahun yang sama saya tahu kalau dia sudah punya pacar. Ya, hati saya rasanya sakit sekali. Saya juga pernah melihat dia dan pacarnya naik sepeda motor berdua. Bahkan saya pernah mendengar nama mereka berdua disebut-sebut di salah satu saluran radio lokal. Saya tidak pernah tahu bahwa jatuh cinta rasanya akan sesakit ini. Tapi saya bisa apa. Saya bukan siapa-siapa. Waktu itu saya cuma anak kecil yang sekedar tahu nama dan tempat tinggalnya, tidak lebih. Dan kebetulan waktu itu saya sedang berjuang menghadapi ujian nasional, jadi saya tetap harus melangkah maju. Masih ada jalan panjang yang harus saya lewati. Dan berkat dorongan dan semangat yang dia beri lewat komentarnya di facebook, saya bisa melewati ujian dengan sukses walaupun saat itu saya sedang patah hati.

Lucunya, dulu saya sempat mengutuk pacarnya dan meyakinkan diri saya bahwa mereka pasti putus. Jadi saya berpura-pura tidak tahu kalau dia sudah punya pacar dan menganggap semuanya sama seperti sebelumnya. Saya pernah mencoba ngobrol dengan dia lewat facebook, dan tak mendapat balasan. Tapi saya yakin tak pernah ada usaha dan kesungguhan yang sia-sia. Tuhan selalu ada dan dengan senang hati akan mengabulkan keinginan kita. Percaya saja pada hal itu dan semuanya akan menjadi kenyataan. 

Hingga suatu hari kata ‘Hai!’ yang saya kirimkan mendapat jawaban yang sama. Mata saya tak bisa berhenti melihat kearah kata ‘Hai juga’ yang tiba-tiba muncul di obrolan saya. Senyum saya mengembang seperti bunga yang terkena cahaya matahari. Hati saya terasa ringan sekali. Kami hanya membicarakan beberapa topik ringan. Dan tiba-tiba dia memutus obrolannya dengan saya. Hanya karena alasan sepele.

Perbedaan usia yang lumayan jauh ternyata memiliki pengaruh yang besar pada kisah-cinta-bertepuk-sebelah-tangan saya ini. Awalnya saya tidak terlalu peduli soal perbedaan usia. Dan gara-gara mitos “pacaran beda usia diatas lima tahu waktu umur kamu belum 21 tahun itu haram” saya sempat frustasi. Tapi ternyata bukan hanya itu masalahnya. Saya masih kecil dan dia sudah dewasa. Saya masih sekolah dan dia sudah punya penghasilan. Saya orang biasa dan dia sudah banyak dikenal. Saya tidak cantik dan dia sangan rupawan. Perbedaan kami sangat banyak. Saya seperti bumi yang kecil dan dia adalah langit yang sangat luas.

Setelah tujuh tahun, saya ingin melupakan dia dan memulai hidup dengan tujuan yang baru. Terjebak di situasi seperti ini sangat tidak menguntungkan buat saya. Waktu itu saya sudah SMA jadi harus bisa memilih apa yang saya butuhkan dan yang benar-benar saya inginkan. Move on adalah jalan terbaik, toh saat itu saya juga sudah sangat jarang melihat dia lagi. Tapi ternyata Tuhan berkata lain. Saya ---yang sudah punya tekad yang bulat untuk move on--- bertemu dia lagi. Dan untuk kesekian kalinya saya jatuh hati. Dia bahkan muncul di mimpi saya. Hal ini sudah terjadi berulang kali. Saat saya sudah punya kekuatan untuk melupakannya, dia akan muncul lagi di depan saya, menyapa saya dalam mimpi saya, dan membuat saya terpesona lagi dan lagi. Entah mengapa Tuhan memberikan ujian yang seperti ini kepada saya. Hahaha, saya jadi malu sendiri kalau mengingat-ingat hal itu. Betapa konyolnya orang kalau sedang jatuh cinta.

Di tahun kesembilan, sekali lagi, saya mencoba untuk move on. Sudah terlalu lama saya hidup di dalam bayang-bayangnya. Perasaan saya ini tidak mebuahkan hasil sama sekali, jadi percuma saja kalau saya teruskan. Saya harus mencari hal lain yang bisa menggantikan segala pikiran dan perasaan saya tentang dia. Dan saya menemukan satu orang yang lumayan bisa membuat saya sering tersenyum tanpa sadar. Awalnya saya pikir ini akan berhasil, tapi, eh yang ini juga sudah punya pacar. Haha. Hidup ini memang pahit. Tapi mungkin saja yang ini bisa jadi pengecoh biar saya tidak mengingat-ingat dia lagi. Tapi ternyata rencana Tuhan benar-benar luarbiasa. Tuhan mempertemukan kami lagi, untuk kesekian kalinya disaat saya sedang mencoba untuk move on, dan dia dalam kondisi yang jauh lebih ganteng dari sebelumnya. Berat sekali hidup ini :(

Akhir-akhir ini saya sering kepikiran tentang bagaimana awalnya saya jatuh cinta, bagaimana rasanya jatuh cinta, bagaimana rasanya memendam ini semua selama bertahun-tahun, dan bagaimana rasanya selalu menjadi bayangan. Saya sudah lebih dewasa daripada sebelum-sebelumnya, seharusnya saya bisa menemukan solusi yang rasional tapi juga tidak terlalu menyakitkan.

Saya bertanya pada diri saya sendiri. Apa yang saya rasakan ini benar cinta? Apa saya tidak salah mengartikan ini semua? Saya bahkan tidak mendapat apa-apa dari mencintai dia, lalu kenapa harus saya teruskan? Semua pertanyaan itu terus menyerbu kapala saya. Saya mencoba berterus terang pada hati saya. Tentang apa yang selama ini saya pendam, apa yang selama ini saya rasakan, dan apa yang selalu ada di pikiran saya. Dan tenyata sangat susah untuk mengerti tetang perasaan manusia bahkan diri saya sendiri.

Dan berkaca pada apa yang saya alami saya menemukan jawabannya. Bahwa untuk mencintai seseorang atau sesuatu tidak membutuhkan syarat ataupun ketentuan. Biarkan mengalir dengan murni. Tidak peduli dengan apa yang akan kita dapatkan, dan yang telah kita temukan. Tidak peduli berapa lama waktu yang kita butuhkan, dan rasa sakit yang kita alami. Tidak memikirkan keuntungan dan kerugian. Cinta bukan tentang seberapa besar kamu menginginkan sesuatu, tapi seberapa gigih kamu memperjuangkannya. Bukan dengan keterpaksaan karena kesepian, tapi karena ketulusan dan keyakinan bahwa rasa sakitnya itu tidak akan membunuhmu. Cinta itu seperti udara yang sangat transparan dan menyejukkan. Cinta itu seperti air yang mengalir dan membawa keindahan. Jadi jangan pernah takut jatuh cinta.

Saya tertawa sendiri mengingat bagaimana konyolnya saya dulu, saat cinta itu datang. Saat dia berada di depan mata saya, saya akan memalingkan muka dan melihat kearah yang lain. Saya tidak sanggung menatap wajahnya. Saya malu sekali. Saya takut perasaan saya ketahuan kalau dia menatap mata saya dan membaca isi hati saya. Karena mata saya pasti akan mengatakan “Aku suka kamu” dengan sangat lantang. Padahal kesempatan seperti itu sangat langka buat saya. Tapi saya bisa apa? Cinta membuat saya tampak seperti orang bodoh. 

Nyatanya, dia yang selalu menjadi tipe ideal saya. Dia hanya terlalu sempurna. Wajahnya, postur tubuhnya, suaranya, semuanya sempurna. Seperti pangeran di negeri dongeng. Sosok pangeran yang tidak akan pernah bisa saya raih. Setiap kali teman saya menyebut-nyebut tentang laki-laki tampan, pikiran bawah sadar saya langsung menampilkan wajahnya. Saya merasa sangat bodoh. Kebodohan konyol yang menyakitkan.

Saya tidak ingin meyakininya tapi sepertinya dia bukan jodoh saya. Saya tidak tahu pasti apakah ini benar karena Tuhan tak pernah membocorkan tentang siapa jodoh kita kelak. Kalau dua insan memang berjodoh, perpisahan pasti datang bersama dengan kematian. Kalau tidak, berarti bukan jodoh. Saya ngobrol dengan dia saja hanya satu kali , itu pun lewat media sosial.  Kemungkinan dia-jodoh-saya hampir mustahil.

Mitos tentang “Cinta pertama selalu menyakitkan” tampaknya memiliki kekuatan yang sangat besar. Buktinya sudah dirasakan oleh banyak orang. Saya juga demikian. Tapi cinta memang menyakitkan meskipun bukan cinta yang pertama. Cinta kedua, cinta ketiga, cinta keempat juga menyakitkan. Tapi sepertinya cinta pertama selalu menjadi yang paling menyakitkan.

Sebentar lagi idul adha, berarti sudah hampir sepuluh tahun. Nyatanya perasaan saya tidak menghilang. Memang berkurang, tapi rasa suka itu tetap ada. Sekarang saya lebih percaya dengan realita bahwa tidak semua hal berjalan sesuai rencana saya. Termasuk tentang cinta. Saya tidak memaksa cinta itu untuk pergi, saya hanya membiarkannya mengalir perlahan. Cinta mengajari saya banyak hal, jadi saya tidak bisa membencinya. 

Sekarang sudah waktunya saya menata hidup saya. Dan berhenti menjadi bayang-bayangnya. Bukannya saya mau melupakan segala hal tentang dia, saya hanya ingin bangun dari mimpi saya selama bertahun-tahun. 

"Untuk orang yang saya sukai selama bertahun-tahun ini, selama ini saya menyukai anda, sudah hampir sepuluh tahun dan anda tidak pernah tahu. Saya tidak membenci anda karena mengabaikan saya, saya yang bersalah karena tidak pernah mengatakannya. Banyak hal yang ingin saya sampaikan pada anda, banyak sekali. Maaf, karena saya pernah hampir menyerah di tengah jalan. Saya hanya tidak kuat dengan rasa sakitnya. Tapi anda selalu datang di saat saya hampir menyerah. Anda tidak tersenyum kepada saya, bahkan tidak melihat kearah saya, tapi entah bagaimana rasanya seperti anda menggenggam tangan saya dan mengatakan semuanya akan baik-baik saja. Saya yang bodoh karena bisa jatuh terlalu dalam kepada anda. Terima kasih untuk semua kenangan dan peristiwa konyol yang terjadi pada saya. Meskipun anda tidak memberikan apapun kepada saya, tapi bisa jatuh cinta kepada anda sudah cukup bagi saya. Anda membuat saya belajar dan terus belajar. Saya tidak meminta anda untuk pergi dari ingatan saya, tapi jika anda yang menginginkannya, silahkan saja. Dan tolong jangan membuat saya jatuh cinta lagi. Sepuluh tahun rasanya sudah lebih dari cukup. Kalau anda tahu tentang perasaan saya, tolong jangan merasa bersalah. Karena saya tak pernah menyesal pernah jatuh hati pada anda. Dan sekarang biarkan saya menjalani hidup dengan normal. Saya menyukai anda, dulu, dan sampai hari ini. Esok biar Tuhan yang menentukan. Sekali lagi terima kasih. Berkat anda saya bisa menjadi seperti sekarang, seorang gadis dengan hati yang kuat.”

Sabtu, 12 Januari 2013

Aku Kembali!!!!

Ya ampuuuun... Udah lama banget nggak buka blog ini... Kangen pengen nulis lagi, tapi belum ada waktu. Banyak kegiatan akhir-akhir ini. Apalagi buat ujian praktek olahraga.. huwaaaa...!! pengen nangis jadinya. Ini aja nyolong-nyolong waktu buat curhat. Trus buat tugas di sekolah disuruh bikin blog baru. blog ini jadi nggak keurus :(  

Mumpung lagi buka nih, saya mau curhat-curhat dikit.

Ternyata gini ya rasanya menjadi siswi SMA kelas XII. Kalo mau ngapa-ngapain harus mikir dulu. Harus bener-bener bisa atur waktu. Saya sendiri masih suka buang-buang waktu buat santai. Kayaknya harus bikin daftar hukuman kalo saya males-malesan. Biar tertpacu buat belajar.
Sering ikut Uji coba SNMPTN tapi selalu gagal. Padahal udah belajar. Trus nggak pernah ikut pembahasan. Kapan bisanya kalo gini caranya? Les juga sering bolos!

Diul... ayo berubah mulai sekarang.

Sekarang sih kalo buka internet bawaannya pengen download melulu. Sholat juga ditunda-tunda. Gara-gara ketagihan Running man sama ShinHwa Broadcast jadi nggak pernah belajar.

Ayo berubah..
Ayo berubah..
Ayo jadi yang lebih baik dari sekarang..
Ayo belajar, trus berdoa...
Mudah-mudahan UNAS nanti lancar... Ujian Sekolah juga lancar..
Mudah-mudahan bisa lulus dengan nilai memuskan...
Mudah-mudahan saya diterima jalur undangan di ITS jurusan arsitektur atau desain gitu... Amiin

Aduh. Postingan pertama tahun 2013 malah curhat. Hahaha. Soalnya nggak tau mau nulis apa lagi. 

Padahal dulu saya pernah janji bakal posting tentang Pchy.. Ditunda dulu deh... Mungkin lain kali, ntar aja pas Pchy main film baru... Saya juga pengen nulis tentang SHINee sama B1A4. Tapi nggak tau kapan. Nunggu dapet wangsit dulu. hahaha.

Udahan dulu ya! Dah!
Makasih

Jumat, 04 Mei 2012

Lagi belajar bahasa Thailand

Sawasde kha
Hallo, saya mau curhat sedikit. Tumben ya saya curhat, biasanya saya nggak suka lho. hehe
Udah -kalo nggak salah- sebulan belakangan ini saya lagi belajar bahasa Thailand. Katanya sih gampang, nggak kaya bahasa Inggris yang bahasanya dibolak balik. Tapi segampang-gampangnya kata orang buat saya itu susah.
Saya belum belajar ngomong sih, masih dalam tahap mengartikan. Soalnya bahasa Thailand itu bernada jadi kalo salah nada bisa beda arti. Udah dapet referensi dari internet yang sekalian mengajarkan nada-nada berbicara bahasa Thai, tapi kok ya kebetulan speaker komputer saya rusak jadi ngomong bahasa Thai nya ditunda dulu

Apa susahnya Bahasa Thailand?
Karena disini saya nggak punya guru yang paten yang berhadapan langsung dengan saya alias cari-cari dari beberapa sumber di internet jadi kadang-kadang penulisan kata Thai dalam huruf alfabet berbeda-beda. Disitulah letak kesulitannya. saya jadi agak bingung buat nulisnya.
Terus juga cara ngomongnya susah. Thailand itu punya lima nada dalam pengucapannya. salah nada beda arti, lebih enak kalo ada gurunya langsung jadi kalo salah bisa dibenerin.
Dan ini yang paling susah. Nulis aksara Thai. Susahnya setengah mati. Huruf Thai itu bentuknya keriting-keriting jadi kalo nulis biar bagus latian dulu sampe tangan keriting.

Metode belajar bahasa Thailand
Disini saya biasanya cari-cari arti kata bahasa Thai. Terus tiap malem mau tidur dibaca, diafalin juga. Entar besok pagi praktek ngomong di depan temen. Belum bisa nadanya nggak papa kan yang dengerin nggak bisa bahasa Thai jadi santai, hehe. Kadang-kadang saya ada percakapan kecil sama temen saya. tapi dia pake bahasa jerman (kadang-kadang bahasa polandia, tergantung suasana hati) dan saya pake bahasa Thailand. Jadi setelah dia nanya pake bahasa Jerman terus dia nyebutin artinya, ntar saya jawab pake bahasa Thai terus saya nyebutin artinya.
Sering malah kita kalo lagi ngomong nggak nyambung. dia tanyanya apa, aku jawabnya lain. hehe. sama-sama belum fasih. dan saya suka niruin kata-kata dalam film Thai (padahal nggak tau artinya) terus ntar dia nyebutin lirik lagu bahasa jerman. Ya namanya juga pelajar jadi musti banyak belajar

Motivasi belajar bahasa Thailand
PCHY PCHY PCHY. Saya suka Thailand gara-gara Pchy. makanya sekarang saya giat belajar biar ntar siapa tau saya bisa pergi ke Thailand terus bisa ketemu sama Pchy, amin. Saya juga mau mengasah kemampuan berbahasa saya soalnya saya nggak terlalu bisa bahasa Inggris.
Pchy



 Ini dia alasan utama saya belajar bahasa Thailand. Sekarang saya kasih fotonya satu. Ntar -kalo nggak males- bakal saya posting info sama foto-fotonya dia yang -subhanallah- ganteng banget






Yaudah Dinda, semangat. Semoga bisa menguasai bahasa Thailand dengan baik. Amin.
Sekian dari saya. Makasi
Khob Khun Kha

Sabtu, 24 September 2011

15 tahun

Aku 15 tahun. Masih ada waktu buat aku ngelewati masa muda.
Aku harus bisa milih, karna hidup itu pilihan.

Aku selalu berpikir "Bagaimana masa tuaku nanti?"
Mungkin nanti kalo umurku beranjak 22 tahun aku bakalan fokus sama pekerjaan. Kalo umurku 33 tahun, aku bakalan mikir tentang keluarga kecilku. Waktu umurku 45 tahun, yang ada dipikiranku pasti gimana cara menjaga agar keluarga kecilku tetap bartahan.

67 tahun setelah aku dilahirkan nanti, mungkin mataku sudah sedikit rabun, kakiku sudah tak kuat berlari, dan tulang punggungku sudah menbungkuk. Saat itu ingin sekali rasanya kembali ke masa-masa saat usiaku 15 tahun dulu. Berlari mengejar guru untuk mengumpulkan tugas, berdiri tegak saat upacara hari kemerdekaan, dan melirik kanan kiri saat ada ulangan. Tapi tak bisa. Aku tak semuda itu.
Dan saat usiaku sudah 99 tahun, yang bisa kulakukan hanyalah menunggu, menunggu, dan menunggu. Menunggu saat-saat Tuhan mengambil nyawaku.



15 there's still time for you
time to buy and time to lose your self
within a morning star
15 I'm all right with you
15, there never a wish better than this
when you only got 100 years to live


Ya, usia 15 tahunku tinggal beberapa bulan. Setelah itu aku akan beranjak dewasa. Dan akan sangat-sangat merindukan saat-saat ini. Aku hanya ingin 15 tahunku menjadi kenangan indah. Aku akan menjalani masa sekarang ini dengan baik. Aku tak akan membiarkan satu kelalaianpun merusak masa mudaku. 

Tuhan hanya memberikan seseorang kehidupan sekali saja. Apalagi kalau hidup itu cuma 100 tahun saja. Terlalu singkat. Aku berharap aku punya waktu lebih.

Selasa, 13 September 2011

Fisik


Tadi pagi tes fisik 2. Anak-anak satu kelas banyak yang datang terlambat ke lapangan. Mereka dihukum push up. Semakin lama terlambat semakin banyak kami harus melakukan push up. Aku sendiri tadi push up 35 kali. Walaupun aku bilang ‘pagi’ tapi rasanya matahari ada diatas kepala kami. Padahal masih jam delapan lewat.

Waktu pemanasan juga berat. Karena sudah lama tidak olahraga jadi otot kami kaku semua. Lari ditempat, lompat-lompat, huh,  kakiku matirasa. Apalagi kalau disuruh serong kanan. Push up lagi, push up lagi. Ini tangan seperti ditindih beban berat.

Ini nih, yang paling berat. Gerakannya sih tidak jauh berbeda dengan Fisik 1, tapi selalu sukses membuatku sesak nafas. Pertama lompat-lompat, lalu kemudian, jalan apa sih itu namanya ya? Pokoknya mah aneh gitu jalannya. Seperti orang lagi joget. Pinggulnya muter kanan muter kiri. Langkah ke depan langkah ke belakang.

Nafasku sudah mulai tidak beraturan.  Gerakan yang ini aku nggak suka banget. Lompat kiri lompat kanan. Jarak yang musti ditempuh juga rasanya ada beratus-ratus kilometer dari tempatku berpijak.
Tenggorokanku mulai kering. Aku harus membasahi tenggorokanku berkali-kali dengan air ludah. Sampai setelah gerakan selanjutnya, lompat mundur, lompat mundur. Dan, oke, aku mulai pusing. Sekali lagi, tenggorokanku seperti habis dikuras. Benar-benar kering. Aku haus berat.

Ada beberapa temanku yang minum sembunyi-sembunyi. Aku juga ingin, tapi aku tidak melakukannya. Harusnya aku bisa minta sedikit air milik temanku. Tapi terlambat. Gurunya sudah didekatku. Dengan segenap tenaga yang tersisa diujung tenggorokan aku melanjutkan gerakan. Saat sudah sampai di titik awal lagi, artinya pasti ada gerakan baru lagi. Aku benar-benar kehausan.

Aku seperti ingin muntah. Aku berpikir,  apa sebaiknya aku memuntahkannya lalu sebelum keluar dari rongga mulutku, akan kutelan lagi muntah itu? Itu menjijikan. Kalau aku tidak melakukannya aku pasti sudah kehilangan kesadaranku. Tapi aku tak mungkin melakukan hal menjijikan itu, aku juga tak ingin mati kehausan. Akhirnya sekuat kemampuanku kutahan rasa haus. Itu.

Saat kembali ke kelas, aku segera meminum air yang kubawa dari rumah. Satu botol penuh tanpa berhenti. Rasanya sampai sesak. Tapi aku merasa seperti dihidupkan kembali.
Aku sarankan saat kau tes  fisik nanti, bawalah air minum sebanyak mungkin.

Senin, 12 September 2011

Kerudung

Aku ingin memakai kerudung, tapi aku belum siap.

Kenapa aku belum siap? Memangnya apa yang sedang kupersiapkan?

Aku tidak tahu. Hanya saja aku merasa belum pantas. Aku belum bisa merubah sikap burukku.
Aku ingin sekali. Terlepas karena kerudung bisa mempercantik penampilan, tapi itu juga diwajibkan dalam islam, sebagai penutup aurat.

Memang benar cerita orang-orang, ‘engkau lebih cantik dengan jilbab’.

Ya, itu terbukti padaku. Mereka sendiri yang bilang padaku. Mereka bilang  “Kamu bagusan pake jilbab, kayak cewek”.

Apa itu pujian? Maksudku, Apa kau tidak sadar yang dikatakannya?

Biar kuperjelas.
Kenapa ia bilang ‘kayak cewek’. Kenapa tidak bilang kalau ‘kamu memang cewek cantik’ atau apalah yang bisa menyenangkanku. Tapi kuhargai pujiannya –meskipun pujian itu rasanya seperti jarum jahit yang baru dibakar menancap di paru-paruku- yang (kurasa) berasal dari hatinya yang paling dalam.

Dan kurasa aku harus bilang Terima kasih atas pujiannya

Minggu, 11 September 2011

Minggu Sore


Sore yang cukup baik, menurutku. Setidaknya aku tidak melihat ‘GARY mengunyah sofa lagi’.
Kau tahu maksudku? Akan kujelaskan.

Setiap hari aku harus menemani kakakku menonton Spongebob Squarepant memarahi siputnya dengan kalimat diatas. Aku bahkan bisa merapalkannya diluar kepalaku. Maksudku, siapa yang mau menonton Sponge bercelana kotak yang bahkan bokongnya sama sekali tidak seksi.
Apa kalimatku berlebihan? Tidak.

Well, sore ini aku membaca sebuah buku yang menurutku ‘awesome’. Buku serial Supernatural berjudul BONE KEY. Dengan sebungkus biskuit berlapis coklat dengan saus strawberry di dalamnya. Ingatkan aku untuk membaginya dengan ayahku setelah ia pulang. Ia sedang dalam perjalanan dari Malang menuju Surabaya –tanpa minum sama sekali- yang mungkin butuh waktu sekitar dua setengah jam -atau lebih- dan kurasa ia akan butuh kudapan lezat saat tiba disini.

Dan soreku semakin memburuk –padahal aku baru menikmatinya sekitar 23 menit- saat ibuku mulai menyuruhku melakukan sesuatu. Biasanya aku tak akan marah, tapi dengan novel Supernatural ditanganku, kurasa itu sangat menjengkelkan.  Dan saat ibuku mematahkan salah satu kaki kursi yang bunyinya seperti ada seseorang yang membuka paksa pagarmu, raut wajahku berubah seperti ada yang baru saja menabrak kucingku –aku suka penggambaran ‘ada yang baru saja menabrak kucingku’,  seperti ada bagian dari wajahku yang tidak pada tempatnya, dan aku berterima kasih pada Keith R. A. DeCandido atas kalimat-kalimat yang menurutku sangat lucu. Dan aku terus tertawa sepanjang aku membaca Supernatural yang sebenarnya cerita horror- tapi tak membuatku berhenti membaca.

Dan sampai akhirnya ayahku datang. Kupikir akan meyenangkan mengetahui orang yang kau sayangi pulang dengan selamat. Tapi ternyata minggu soreku jadi berantakan.
Niatku sebenarnya, malam ini aku ingin tidur lebih awal, tapi ayah selalu menyuruhku menyiapkan buku, yang sebenarnya sudah kusiapkan bahkan sebelum ia pulang Aku ingin membagi cerita soreku yang indah, tapi sejak tadi ayah menghalangi. So, cerita ini kupostingkan saat larut. Da ayahku sukses membuat Minggu soreku berantakan

Dan apa kau sadar, sejak tadi aku menggunakan kata penghubung ‘DAN’. Karena menurutku kata itu lucu